selamat datang in suwanto blog

ganda le

Komponen Kopling

Satu set kopling (gambar) terdiri dari clutch disc (plat kopling, gambar2), cover clutch (tutup kopling/matahari, gambar 3), release fork dan release bearing (mekanisme pengontrol). Yang semuanya itu saling mendukung fungsi kopling sebagai perantara antara mesin dan transmisi.


KOPLING

Letak Kopling

Kopling terletak diantara mesin dan transmisi, merupakan peralatan otomotif yang berfungsi sebagai perantara. Fungsi kopling untuk mendukung kerja transmisi terhadap pengaruh putaran mesin yang berhubungan dengan kecepatan mobil.



Kap lampu dari tempurung kelapa



  • Liputan6.com, Gianyar: Hampir semua bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan menjadi benda yang berguna. Tidak terkecuali tempurung kelapa. Di tangan para seniman ukir di Gianyar, Bali, tempurung kelapa dimanfaatkan menjadi benda seni berupa kap lampu serta tempat lilin bernilai tinggi. Salah seorang yang menekuninya adalah Made Ramia. Aneka model dan tema sudah diciptakan dari tangan terampilnya, mulai dari tema alam dan tumbuhan hingga satwa. Sebagian bahkan sudah diekspor ke luar negeri seperti negara-negara di Eropa dan America

  • kerajinan tempurung kelapa


    berbagai bentuk hasil kerajian tempurung kelapa

    berbagai bentuk hasil kerajian tempurung kelapa

    Anda tahu batok (tempurung) kelapa? Bagi kebanyakan orang tempurung kelapa mungkin tidak berguna. Padahal sebenarnya tempurung kelapa justru sangat berguna untuk dijadikan kerajinan.
    Siapa sangka dengan bermodalkan limbah tempurung yang dimodifikasi dengan tali pandan dan pelepah pisang, menjadikan produk yang satu ini bernilai seni dan semakin banyak diminati. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika aneka barang kerajinan berbahan baku tempurung kelapa muda ini kerap ditemui disetiap pusat perbelanjaan di daerah kota.

    Berbagai Macam Bentuk

    Kerajinan tempurung kelapa banyak dijajakan untuk dijadikan buah tangan dengan berbagai macam bentuk. Mulai dari aksesoris perempuan seperti jepitan, bingkai foto, hingga perabotan rumah tangga layaknya sendok dan mangkuk.
    Selain itu batok kelapa juga bisa dibentuk menjadi gelas minum, nampan, penutup lampu, sendok, garpu, atau sendok sayur. Dengan sentuhan seni yang sangat halus, hasil kerajinan batok kelapa tersebut terlihat sangat artistik. Bahkan hasil dari kerajinan tempurung kelapa ini bisa berupa ragam tas dengan berbagai bentuk (model) dan ukuran, beragam bentuk model rel gorden, cup lampu, peci, manik-manik/kancing, dan lain-lain.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajianan dari batok kelapa cukup mudah untuk didapatkan, seperti lem kayu, tangkel (batok kelapa), dempul, melamin, amplas dan cat. Selain itu texwood juga dibutuhkan untuk dijadikan rangka kerajinan seperti produk meja dan lemari kecil yang bagian luarnya ditempeli tangkel.Agar terlihat artistik, serat dari tempurung kelapa harus ditonjolkan. Karena diseratlah melekat nilai seni yang kuat daripada usaha ini, selain bentuk-bentuk unik yang dibuat.

    usaha tempurung kelapa menembus pasar manca negara


    usaha-kerajinan-tempurung-kelapa1Anda tahu batok (tempurung) kelapa? Bagi kebanyakan orang tempurung kelapa mungkin tidak berguna. Padahal sebenarnya tempurung kelapa justru sangat berguna untuk dijadikan kerajinan.
    Siapa sangka dengan bermodalkan limbah tempurung yang dimodifikasi dengan tali pandan dan pelepah pisang, menjadikan produk yang satu ini bernilai seni dan semakin banyak diminati. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika aneka barang kerajinan berbahan baku tempurung kelapa muda ini kerap ditemui disetiap pusat perbelanjaan di daerah kota wisata seperti Jogja, Bali, dan Lombok.

    Berbagai Macam Bentuk

    Kerajinan tempurung kelapa banyak dijajakan untuk dijadikan buah tangan dengan berbagai macam bentuk. Mulai dari aksesoris perempuan seperti jepitan, bingkai foto, hingga perabotan rumah tangga layaknya sendok dan mangkuk.
    Selain itu batok kelapa juga bisa dibentuk menjadi gelas minum, nampan, penutup lampu, sendok, garpu, atau sendok sayur. Dengan sentuhan seni yang sangat halus, hasil kerajinan batok kelapa tersebut terlihat sangat artistik. Bahkan hasil dari kerajinan tempurung kelapa ini bisa berupa ragam tas dengan berbagai bentuk (model) dan ukuran, beragam bentuk model rel gorden, cup lampu, peci, manik-manik/kancing, dan lain-lain.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajianan dari batok kelapa cukup mudah untuk didapatkan, seperti lem kayu, tangkel (batok kelapa), dempul, melamin, amplas dan cat. Selain itu texwood juga dibutuhkan untuk dijadikan rangka kerajinan seperti produk meja dan lemari kecil yang bagian luarnya ditempeli tangkel.Agar terlihat artistik, serat dari tempurung kelapa harus ditonjolkan. Karena diseratlah melekat nilai seni yang kuat daripada usaha ini, selain bentuk-bentuk unik yang dibuat.

    Tas tempurung kelapa




    Tas tempurung kelapa model natural, tidak kalah menarik dengan model lainnya dengan corak yg sama yaitu corak ukiran bunga. Yg membedakan adalah lapisan vernis yg membuat permukaan nampak mengkilat dan mempertajam detil dan kontur dari tempurung kelapa tsb, sehingga nampak natural

    tapak suci

    Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada.
    Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :
    - Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. Burhan
    - M.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar Syuhada
    - Soedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara promoted Panglima Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.

    Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh
    ( uji ilmu ). Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati.

    K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.

    Kauman, Seranoman dan Kasegu

    Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan "Kauman", yang beraliranBanjaran.
    Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.
    M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman". Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.
    Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan "Kasegu"
    Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.

    Lahirnya Tapak Suci
    Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.
    Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.
    Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.
    Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja', lambang Regu Inti "Kosegu" diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.
    Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci.




    Bunga mawar mekar


    Bunga mawar layu


    Belitan tangkai mawar

    Katak melempar tubuh


    Naga terbang

    Tandukan naga jantan

    Sambaran naga

    Pagutan naga jantan


    Rajawali mengibas sayap

    Tandukan lembu jantan

    Pagutan merpati

    Merpati mengibas sayap


    Merpati mengibas ekor

    Sambaran merpati

    Ikan terbang menjulang keangkasa

    Ikan terbang menggoyang sirip


    Ikan terbang menerjang sarang


    Harimau membuka jalan

    Harimau menutup jalan

    Terkaman harimau lapar 1


    Terkaman harimau lapar 2

    Benturan Harimau

    Tapukan Harimau

    Cara Ngecek Kerusakan CDI


    CDI adalah jantungnya mesin motor kita, kalau rusak gawat deh, yang orisinal harganya ratusan ribu rupiah, bahkan jutaan. Kalau pake yang imitasi susah langsamnya sama agak ribet ngatur setelannya, harus diakalin dulu. Jadi waspadai nih si CDI.Kerusakan pada CDI tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, harus diukur pake Avometer.
    Caranya :

    1. Setel avometer pada sinus 200 Volt.
    2. Kabel merah avometer dihubungkan ke kabel CDI yang menuju koil.
    3. Kabel hitam avometer dihubungkan ke massa/bodi.
    4. Nyalakan motor/starter motor dengan kick starter, lalu lihat di avometer apakah ada arus/setrum yang keluar atau tidak ?
    5. Bila tidak ada maka CDI rusak, dengan catatan arus/setrum dari sepul dan pulser ada yang mengalir ke CDI. Jadi sebelumnya cek dulu arus tersebut, caranya sama seperti di atas, hanya saja kabel merah avometer dihubungkan ke kabel sepul yang menuju CDI.
    6. Kalau nggak ada avometer, coba aja kabel dari CDI yang menuju koil di sambungkan ke body besi motor, terus starter. Kalau ada percikan api berarti CDI masih bisa dipake, kalau nggak ada percikan api berarti CDI rusak, dengan catatan arus/setrum dari sepul dan pulser ada yang mengalir ke CDI.
    OK, semoga berguna tulisan ini.

    transmisi

    TRANSMISI

    Dengan kebesaran Master saya, saya harus mencoba untuk mengungkapkan sebuah rahasia atau misteri besar dimana orang pada umumnya tidak mengetahuinya. Ini adalah suatu keajaiban besar saat seorang yang berkepribadian luar biasa seperti Lord Krishna, Swamy Vivekananda atau Master saya mengubah seluruh jalan kehidupan seorang manusia. Ini benar-benar diperlukan bagi kita untuk menemukan seorang pembimbing sedemikian rupa yang dapat mengangkat kita lebih tinggi dan lebih tinggi dengan kekuatannya. Misteri ini dikenal sebagai pranahuti - kekuatan dari transmisi. Kekuatan ini bekerja melalui saluran-saluran yang memurnikan pikiran. Pranahuti dijalankan melalui kekuatan suatu hasrat yang selalu efektif. Jika seorang pelatih di dalam spiritualiti menggunakan hasratnya untuk membentuk pikiran orang yang dilatihnya, ini akan efektif dan memberikan hasil-hasil yang luar biasa.

    BAGAIMANA TRANSMISI ITU BEKERJA?

    http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Bahan%20Ajar%20Motor%20dan%20Tenaga%20Pertanian/sistem%20transmisi%20tenaga-1_files/image002.jpg

    Seorang pelatih yang layak, dengan kekuatan transmisi yogicnya melemahkan kecenderungan-kecenderungan yang lebih rendah didalam pikiran orang yang dilatih dan menaburkan biji dari cahaya Tuhan di dalam mata hati yang paling dalam. Dalam proses ini pelatih menggunakan kekuatan hasratnya yang mempunyai sifat ketuhanan yang tidak berbatas, dibelakangnya. Pada permulaan orang yang dilatih mungkin tidak merasakan apa-apa. Alasannya adalah ia sudah terbiasa untuk merasakan hanya melalui panca inderanya. Setelah beberapa lama, bagaimanapun ia akan merasakan hasil dari transmisi itu, yang juga dalam bentuk perubahan yang halus sekali atas kerja dari bagian-bagian penting dan kecenderungan-kecenderungan dari pikirannya

    .

    Jika saya diperbolehkan, sebuah keterangan singkat untuk Upanishads terutama Kena Upanishad, seorang murid bertanya kepada gurunya dengan apa mata melihat? Dengan apa hidung mencium? Dengan apa telinga mendengar? Dan sebagainya, dan guru menjawabnya bukanlah mata yang melihat, tetapi mata dari mata. Sama halnya apa yang mendengar adalah telinga dari telinga, dan apa yang berbicara bukanlah mulut tetapi sesuatu dibalik mulut, adalah pembicara yang sesungguhnya. Seorang suci (Rishi) melanjutkan untuk menambahkan bahwa kehidupan itu sendiri hidup hanya dengan adanya kehidupan yang lebih tinggi dengan isinya dan ini dinamakan pranasya prana atau hidup atas hidup. Master saya berpendapat bahwa saat tubuh hidup dengan adanya jiwa, jiwa tersebut harus menunjukan kembali bahwa dengan apa dia hidup, dan ini adalah kekuatan hidup terakhir atau pranasakhti.

    Kita memiliki pemikiran yang cemerlang ini di dalam Sahaj Marg bahwa tubuh hidup karena jiwa, dan jiwa kita dapat menembus waktu, seperti yang kita mengerti, dalam perjalanannya menuju asal (penciptanya). Jiwa hidup karena adanya transmisi. Oleh karena itu transmisi dikatakan ‘hidup dari hidup’, dan transmisi tidak melakukan apa-apa sehubungan dengan tempat dan waktu.

    Tubuh hidup dan berkembang pada tingkatan fisik, dan mempertahankannya pada makanan-makanan jasmani. Jiwa menjadi spiritual di dalam alam, membutuhkan makanan bermutu. Master memberi makan abhyasi dengan transmisi spiritualnya dan memelihara mereka. Master menyebut transmisi sebagai ‘makanan spiritual’.

    Tubuh hidup karena adanya jiwa. Jiwa hidup karena adanya transmisi yang kita dapat anggap sebagai intisari dari Tuhan. Dalam bahasa sanskerta hal ini disebut pranasya prana yang berarti ‘jiwa dari jiwa’. Bicara sejujurnya, tanpa transmisi jiwa itu seperti sesuatu yang mati. Transmisi yang pertama sekali membuat jiwa itu hidup. Ini adalah sentuhan dari Tuhan sendiri.

    Di dalam transmisi kita menurut sistem Sahaj Marg, transmisi itu dialirkan masuk kedalam hati murid yang mengikuti yoga dengan kekuatan suci yang menghubungkn dengan master saya, dan kekuatan mana yang memungkinkan bagi dia untuk memberkati preceptors, karena mereka terpanggil, yang mana diberi tanggung jawab untuk memberikan transmisi kepada murid-murid yang datang kepada mereka. Transmisi ini adalah sesuatu yang harus dirasakan dan yang dapat dirasakan. Kamu akan setuju bahwa semua kehidupan itu adalah transmisi. Dalam setiap perbuatan yang kita lakukan, atau yang kita terima, sebuah tindakan transmisi terlibat didalamnya, tetapi di dalam transmisi Sahaj Marg adalah hadiah tertinggi dari hidupnya hidup itu sendiri, dan inilah yang membuat sistem Sahaj Marg Raja Yoga terpisah dari sistem yoga lainnya yang ada.

    Master Besar kita, Samarth Guru Shri Ram Chandraji dari Fatehgarh menemukan kembali kemampuan transmisi yogic atau tenaga kehidupan dari pusat kehidupannya masuk kedalam pusat kehidupan individu lainnya. Seni ini diteruskannya kepada muridnya, Master saya, orang yang telah menyempurnakannya. Transmisi ini adalah sesuatu yang mampu dirasakan oleh siapa saja yang mendapatkan masalah dengan mempraktekkan sistem ini untuk waktu yang singkat. Kenyataannya transmisi inilah yang membuat Sahaj Marg terpisah dari sistem yoga-yoga lainnya, dan dari sistem-sistem lain mengenai perkembangan manusia. Master saya berkata bahwa saat transmisi diperoleh dengan kekuatan yang lebih tinggi dari dirinya, dan oleh karena itu perkembangan atau kemajuan menjadi bukan hanya jauh lebih cepat tetapi juga menjadi sedikit banyak bebas dengan kemampuannya sendiri untuk berkembang. Oleh karena itu keadaan saat ini dari individu tidak mempunyai hubungan pada apa yang dia maksudkan, dan dengan sekali pukulan semua perbedaan-perbedaan dari situasi manusia saat ini diberantas, karena kemungkinan dari keberadaan transmisi saat ini

    Dengan tidak berbelit-belit apa yang pranahuti lakukan untuk mengangkat spiritual abhyasi dalam waktu yang sesingkat mungkin, usaha-usaha sendiri tidak bisa dilakukan bahkan dalam satu dekade penuh. Kesulitan-kesulitan yang serius sering muncul saat meditasi dilakukan secara bebas sesuai dengan metode-metode lama yang dituliskan di dalam buku-buku. Dalam menjalankan sistem lama, seseorang harus berjuang dengan pikiran dengan maksud untuk menghentikan aktivitas yang tidak henti-hentinya. Perjuangan berlangsung terus sepanjang waktu tanpa ada hasil dalam arti yang nyata. Jadi hampir tidak ada meditasi sama sekali, semua waktu hilang dalam perjuangan belaka dan menahan perubahan mental. Dengan tujuan untuk mengatasi kesulitan yang besar ini, dalam sistem Sahaj Marg kita dengan mudah menghubungkan diri kita dengan kekuatan Master yang pikirannya telah menjadi sepenuhnya disiplin dan teratur. Kekuatannya kemudian mulai mengalir kedalam individu mengatur keinginan-keinginan mentalnya.

    Apa yang Master transmit (kirim) adalah kekuatan/energi spiritualNya yang mana dia telah menemukan jalan masuk berkat kebaikan atas kepandaian yocic yang dimilikinya di bawah bimbingan Masternya. Hal ini telah ditemukan kembali bahwa seorang manusia dapat mengirimkan tenaga ini kepada orang lain yang tidak terbatas dalam hal apapun hanya karena tenaga ini datang dari seorang manusia, tetapi sungguh-sungguh tidak terbatas, karena dengan kebaikan alam yang nyata, hal ini dihubungkan dengan sumber tenaga yang paling akhir. Oleh karena itu transmisi ini tidak memiliki batas-batas, tidak terbatas, tidak ada akhirnya dalam arti transmisi dapat mengisi sampai penuh atau jika kamu menginginkan, transmisi dalam sejumlah tertentu dapat diisi. Oleh karena itu memungkinkan untuk mentransmit kepada satu, atau seratus, atau sejuta orang, tidak ada batasnya. Juga dia dapat mentransmit disini atau dia dapat mentransmit kepada seseorang dimanapun dia berada.

    Dengan transmisi ini Master dapat menempatkan tenaganya sendiri kedalam hati kita. Dengan demikian, sekarang kita mempunyai kemungkinan untuk berkembang dengan tenaga orang lain lagi yang dimasukkan ke dalam kita. Kita ditolong dengan sebuah penopang. Daripada bergantung pada diri kita sendiri, sekarang kita menjadi tergantung kepadaNya. Karena Dia memberikan makanan itu kepada jiwa yang kita perlukan untuk berkembang dengan cepat, berkembang dengan cepat melebihi apa yang kita percaya menjadi kemungkinan bagi manusia sampai sekarang ini, tepatnya karena Ia mampu memberikan kekayaannya kepada kita.

    Dengan kekuatannya transmisi ini menghapus semua yang lalu impresi-impresi yang baik, impresi-impresi yang buruk, tidak peduli yang mana. Karena impresi yang menyiapkan tingkah laku kita, impresi yang menyiapkan keberadaan kita. Dalam hal ini yang lalu adalah beban bagi kita. Setiap hari, kita menambah lebih banyak lagi impresi dan oleh karenanya kita menambah beban pada diri kita sendiri. Setiap hari adalah satu hari lagi yang hilang sebagai masa lalu. Jadi bukannya mengurangi beban kita malah menambah beban bagi diri kita. Master saya mampu mengurangi ini, dan sering memberantas secara keseluruhan dengan kekuatanNya dimana dia menghapus semua impresi-impresi masa lalu dari pikiran kita. Ini adalah sebuah pembebasan dari masa lalu dibantu dengan transmisinya yang masuk ke dalam kita, dengan tenaga spiritualnya untuk pertumbuhan kita dan oleh karenanya kemungkinan untuk perkembangan kita tidak terbatas.

    Master berkata “Adalah penggunaan tenaga suci untuk mengubah manusia”. Tetapi ada beberapa kasus dimana bahkan transmisi tersebut dipantulkan kembali dari orang yang memberikan transmisi harus menerima kembali transmisi itu. Hal ini sepertinya disebabkan karena transmisi tidak dapat menembus orang yang diberikan transmisi. Jadi hal yang penting sebelumnya untuk menerima transmisi kelihatannya perlu untuk menerima Master. Seseorang yang tidak menerima Master kelihatanya tidak akan mampu menerima transmisi yang dimaksudkan untuk merubah dia. Kapan penerimaan akan Master dimulai ? Ketika kita melihat Dia, ketika kita pergi dengan Dia, ketika kita berhubungan dengan Dia, kita tumbuh untuk mencintai Dia, untuk menghargai Dia, untuk memuji Dia, dan timbul keinginan untuk menjadi sama seperti Dia.

    Master biasa menyebut transmisi sebagai ‘kekuatan tanpa kekuatan’ dimana saya katakan transmisi ini hanyalah cintanya yang diberikan untuk kita karena Dia hanya mentransmisikan cinta. Ini bukanlah suatu kekuatan, ini bukanlah apa-apa lagi. Saya lebih percaya dan memiliki alasan untuk percaya bahwa ini adalah cinta Nya yang dituangkan ke dalam hati kita yang kita sebut transmisi, yang kita sebut pranahuti. Dengan tidak berkekuatan, transmisi akan bertindak, bukan hanya melewati jarak-jarak yang tidak terbatas sampai paling pinggir yang tidak terbatas, tetapi juga melewati kekekalan waktu. Cinta itu sendiri dapat bertindak, menghancurkan rintangan mengenai ruang dan waktu. Tidak ada kekuatan lain yang dapat melakukan hal ini.

    Master dan transmisiNya, Saya percaya keduanya adalah sama. Karena Saya pernah menanyakan hal itu sekali “Apa yang sesungguhnya terjadi ketika engkau mengirimkan transmisi ? Seandainya engkau memberikan transmisi kepada saya, engkau berada di Shahjahnpur dan saya berada di Madras apa yang sebenarnya terjadi? Ia berkata ‘SukshmaKu (sesuatu yang sangat halus sifatnya) sendiri pergi menuju diriMu”. Sekarang kamu lihatlah keajaiban ini. Jika sesuatu dapat membuktikan KeagunganNya inilah kenyataannya transmisi mengalir kemanapun, saat kapanpun, tanpa batasan.

    Apakah kita merasakan transmisi? Kita tidak pernah merasakan transmisi. Kita merasakan efek dari transmisi. Karena transmisi selalu mengalir ke dalam hati kita, tetapi hasilnya dapat kita rasakan dimanapun kita berada. Seperti kita makan disini, tetapi kita merasakan makanan itu diperut, dan jika orang mempunyai keasaman yang tinggi mereka merasakan sakit - di sini. Jadi apa yang terjadi, seperti halnya listrik, jika ada sebuah bola lampu - kamu melihat cahaya, jika ada sebuah kipas angin - kamu lihat ini akan memberikan angin, jika ada motor - ini akan berputar. Jadi kita tidak harus bingung tentang transmisi dengan efeknya. Efeknya dapat terjadi dimana saja. Ini harus berubah dari satu titik ke titik yang lain.

    Transmisi datang hanya setelah cleaning (pembersihan). Transmisi tanpa cleaning sebenarnya dapat menghancurkan seseorang. Jadi transmisi selalu diberikan hanya setelah cleaning yang cukup telah dilakukan. Itulah mengap kami memberikan tiga kali sitting pengantar yang semata-mata dicurahkan untuk membersihkan. Tidak ada transmisi sama sekali.

    Semua keringanan yang kamu rasakan selama sitting bukan dikarenakan oleh transmisi sama sekali, ini disebabkan karena cleaning. Cleaning memberikan kamu perasaan ringan. Transmisi, ketika kamu merasa ringan, memberikan kamu perasaan yang sangat mendalam waktu meditasi. Transmisi, saat hati kita kotor, menghasilkan getaran-getaran, kamu lihat semua ini hal lucu. Semakin halus hal ini, lebih banya kamu harus merasa bahwa tidak terjadi apa-apa saat meditasi. Tetapi setelah meditasi berakhir kamu merasakan perbedaannya.

    Transmisi tidak dapat memberikan tekanan-tekanan. Kamu tahu, jika sistem bersih, kamu akan berada dalam keadaan tanpa beban pikiran, atau sedikitnya mendekati hal tersebut. Tanpa pikiran sama sekali bukanlah suatu kondisi spiritual, ini adalah kondisi dimana di dalam hatimu dikosongkan dari semua yang kotor, hampir semua yang kotor, sehingga tidak ada lagi pikiran-pikiran yang muncul dari dalam. Sekarang kamu dapat menerima pikiran-pikiran dari luar, kamu bersih sekarang. Mungkin itu berupa pikiran suci, mungkin instruksi-instruksi dari Master. Semua datang dari luar. Sekarang pikiran-pikiran itu bukan lagi pikiran-pikiranmu. Pikiran-pikiran tersebut tidak dapat lagi mengganggumu. Pada kondisi ini ketika kamu menerima transmisi, kamu mampu untuk terjun lurus.

    Transmisi didefinisikan sebagai “pranasya prana’ – ‘Hidup atas hidup’ sekarang apa yang sebelumnya “SAYA” hanya semata-mata seperti sebuah mesin, telah menjadi “SAYA” yang benar-benar hidup. Saya pikir mungkin ini salah alasan mengapa kadang-kadang pada diri abhyasi kami mendapati sifat egois yang lebih besar setelah merekan menjadi abhyasi daripada sebelum mereka memulai sadhana-nya. Ketika “SAYA” yang tidur menjadi “SAYA” yang terbangun, orang akan menganggap lebih berhak, itulah hal yang menambah sadar akan keberadaan dirinya sendiri, dan itulah yang disebut egois - yaitu lebih besar kesadaran akan dirinya sendiri. Oleh karena itu, hari pertama kita menerima transmisi dan Master membuat kita hidup kembali dalam arti yang sesungguhnya, kehidupan di dalam hidup, hal ini juga yang harus menjadi saat dimana kita harus menyerahkan hidup kita kepadaNya dan hidup baru yang telah datang kepada kita bukanlah milik kita karena Dialah yang telah membuatnya, Dia telah memberikan kita kehidupan. Jadi kahidupan kita adalah milikNya.

    Hidup kita benar-benar dimulai, dalam arti yang sebenarnya efektif saat kita menerima transmisi pertama kali oleh Master kita. Jadi ini berarti hari kelahiran kita yang kita rayakan. Ketika kita di sini pada hari kelahiran Master dan kita mengingat Master secara khusus pada hari ini, sebenarnya hari kelahiran kita yang kita ingat, ini adalah sebuah persembahan rasa terima kasih kita, cinta kita – “Master, engkau telah membuat saya hidup pada hari ini. Selamanya saya berterima kasih kepadamu yang telah memberikan hidup bagi saya, ketika saya hanyalah seorang yang bergerak seperti mesin yang berjalan mengitari rodanya, digerakkan oleh sebuah motor di dalamnya, yang dengan bodoh saya sebut ‘hatiku’. Engkau membuat hati itu hidup kembali, dengan masuknya engkau ke dalam hati dan menjadi hati dari hatiku. Engkau membuat kehidupanku menjadi hidup, dengan menjadi hidup atas hidupku. Engkau memberikan arti dalam kehidupanku, dengan memberikan saya sebuah tujuan hidupku.

    * * * * *

    dual VVT-i